Senin, 25 Agustus 2014

Dear, My Peterpan

Senang sekali bisa mengenal kamu, sungguh.
Kamu yang begitu konyol, aneh, berbeda, menyenangkan. Selalu saja membuatku menahan tawa atau bahkan terbahak-bahak dengan tingkah konyolmu.

Minggu, 10 Agustus 2014

Ini, yang Terakhir

Untuk, yang akan (segera) saya lupakan,
Jika boleh jujur, sudah sejak lama saya ingin sekali menulis surat ini. Surat yang akan menjadi surat terakhir yang saya tulis untuk kamu. Sejak dulu, tak pernah ada waktu, tak pernah kesampaian karena masa lalu begitu kuat menarik saya dalam rengkuhannya. Lagi dan lagi. Tak pernah lelah. Bahkan bertubi-tubi. Saya sangat lega, karena pada akhirnya kesempatan ini datang juga.