Tak banyak yang tahu, betapa terlukanya sesuatu di dalam
sini waktu itu. Waktu, ketika kekecewaan
yang begitu dalam untuk pertama kali aku rasakan. Waktu ketika rasa malu
seperti menggerogoti isi dadaku. Waktu ketika orang yang begitu aku kagumi
waktu itu, menjadi begitu aku benci seketika itu juga. Waktu yang tak ingin ku ingat lagi, tapi
selalu hadir di sudut lamunku.
Selesainya acara memuakkan yang seharusnya menjadi hari
bersejarah bagiku, aku menyendiri, tertunduk, terisak sepuasku tanpa seorangpun
yang peduli apa yang aku rasakan ketika itu. Pedih. Sesak. Sakit. Hanya itu
yang aku rasakan. Bahkan ketika isakkanku semakin dalam, dan ketika aku mencoba
berhenti terisakpun, rasa di dalam sini tak berkurang sedikitpun.
Kejadian itu terus berputar-putar di depan mataku. Aku
mencoba menjerit tanpa suara untuk mengusirnya pergi, tapi ia tak mau pergi. Ia
terus ada di sana, seakan-akan menyuruhku untuk terus mengingatnya. Apa sebenarnya
maumu? Tak cukupkah rasa sakit dari orang yang menciptakanmu, wahai kenangan
buruk? Tak cukupkah? Bisakah kau pergi, karna aku ingin kau pergi, sekalian
bawa serta orang itu bersamamu. Buat aku lupa. Buat aku tak mengingatmu dan
dia.
“Menangislah, jika itu membuat sesak di dalam dadamu
sirna. Tapi jika dia lebih menyiksamu, pikirkan sekali lagi. Pantaskah dia kamu
tangisi? Manusia, yang bahkan tak pernah menghargai apa yang kamu rasakan.
Manusia, yang tak pernah menghargai keberadaanmu. Masih pantaskah dia kamu
tangisi? Apa kamu tak menghargai air mata beningmu yang kamu tumpahkan sia-sia
untuk manusia yang tak layak disebut manusia?”
Aku menoleh, sejak kapan dia disini?
“Kamu memang bukan aku yang seperti batu karang yang tetap
kokoh sesering apapun ombak menghempaskannya. Kamu hanyalah pasir putih yang
rapuh. Tapi tahukah? Serapuh apapun pasir putih itu, dia akan kembali ke pantai
yang tepat bersama gulungan ombak yang menghempaskannya berkali-kali. Tetaplah
kuat ketika ombak menghempaskanmu.”
Lalu, yang aku tau selanjutnya hanya gelap dan kehangatan
yang menyelimuti hatiku.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar