Kamis, 06 Maret 2014

Untuk Seseorang yang Lahir 17 Bulan setelah Kelahiranku

Hei,
Sudah berapa usiamu sekarang, hah?
Kalau aku sudah sembilan belas tahun Januari kemarin, berarti kamu..
Delapan belas, kurang ngg, sebentar..
Ngg..
Ya, delapan belas kurang dua bulan..
Haha, setua itukah kamu?
Kusarankan jangan pernah mau untuk jadi tua.
Tapi jadilah laki-laki dewasa.
Tapi, hei..
Bukan dengan cara seperti itu jika kau ingin  menunjukkan kedewasaanmu.
Menyelipkan sebatang lintingan tembakau di antara ke dua jari dan memindahkannya di antara bibirmu..
Atau mencoba setetes minuman memabukkan.
Astaghfirullah..

Kesehatanmu!
Masa depanmu!
Tanggung jawabmu kepada Tuhanmu!

Pernahkah kau fikirkan, betapa sedih dan khawatirnya orang-orang terdekatmu..
Aku,
Ayahmu yang sekarang telah berada di sisi Tuhanmu.
Dan ibumu,
Yang setiap malam bersujud dan tak tanggung-tanggung air matanya menganak sungai hanya meminta kepada Tuhan agar aku, dan terutama kamu selalu berada di jalan Tuhan
Apa pernah kamu memikirkannya?

Satu atau dua kali mungkin untuk remaja sepertimu masih bisa dimaklumi..
Mencari jati diri kadang memang menjadi kedok paling biasa digunakan.
Tapi harusnya kamu sadar, sayang..
Semua yang kau lakukan hanya sia-sia,
Tak ada gunanya,
Percayalah padaku,
Walaupun umur kita hanya berselisih 17 bulan..
Tetap saja aku lebih dewasa dan lebih banyak tau dibandingkan kamu..

Berjanjilah,
Bukan demi aku,
Tapi demi dua orang yang menyayangimu kini, dan selamanya..
Kau akan membuat kami bangga, walau hanya menjadi satu titik di dunia, namun begitu berharga..


Dariku, kakak yang menyayangimu, tentu saja..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar