Selasa, 25 Maret 2014

Teruntuk, kamu yang tidak pernah peka..

Akhir-akhir ini, lukaku sedikit demi sedikit mulai terobati..
Rasa sakit itu, sedikit demi sedikitpun  mulai pergi..
Tahukah kamu?
Siapa yang telah mengobati  lukaku?
Siapa yang telah menyembuhkan rasa sakit yang selama ini menyiksaku?
Siapa yang mengubah air mata penyesalanku menjadi senyum di sudut bibirku?
Kamu.
Iya, kamu.
Seseorang yang tiba-tiba datang, entah dari mana dan kapan.
Padahal kamu begitu kaku, beku, dan tidak pernah peka.
Tapi, entah kekuatan apa yang kamu punya..
Aneh,
Kekakuan dan kebekuan yang kamu miliki selalu saja mencairkan perasaanku. Karna aku percaya, di dalam dadamu terdapat sebentuk hati yang penuh dengan kehangatan.
Mungkin, aku telah jatuh kembali. Dalam hal ini, jatuh yang tak menyakitiku sedikitpun, tapi malah menumbuhkan bunga-bunga di hatiku. Ya, jatuh cinta. Yang mungkin sakitnya akan datang suatu hari nanti, tapi aku tak pernah menginginkan itu.
Sebenarnya, ada sedikit rasa takut yang terselip di hatiku. Takut terluka lagi. Takut sakit kembali. Apalagi jika aku mengingat kekakuanmu, apalagi ketika kebekuan itu singgah.
Namun selalu ada rasa nyaman.
Tahukah kamu?
Tahukah kamu, bahwa aku ingin kamu merasakan apa yang sedang aku rasakan?
Tahukah kamu, bahwa aku ingin selalu bersamamu, walau kekakuan dan kebekuan masih terpancar di matamu?
Tahukah kamu, bahwa aku sedang bertanya?
Dengarkan aku sekali ini saja.
Dengarkan aku yang selalu merindu sendiri..

H


Tidak ada komentar:

Posting Komentar