Satu hari dalam
hidupku..
Untuk kamu yang
selama ini kutatap diam-diam,
Sudah lama sekali
aku ingin menulis ini untukmu.
Bukan karena aku
ingin kamu membacanya,
Bukan karena aku
ingin kamu tahu,
Tapi, aku menulis
ini hanya karena untuk melegakan hati saja..
Kamu,
Maukah kamu memenuhi
permintaan sederhanaku ini?
Maukah kamu
mendengarkanku untuk kali ini saja?
Yang kupinta hanya,
Anggap saja aku dan
kamu tidak pernah saling berjabat tangan,
Anggap saja aku dan
kamu tak pernah saling mengenal,
Anggap saja
pertemuan kita selama ini hanya kebetulan yang tak pernah direncanakan Tuhan,
Anggap saja aku
hanya sebagai seseorang yang menyukaimu dengan diam-diam, yang hanya mampu
menatapmu dari kejauhan dan menunduk dalam ketika berpapasan.
Maaf jika aku
seperti itu, karena pipiku selalu memanas ketika namaku kau sebut. Aku malu.
Padahal aku ingin sekali mengangkat wajahku dan membalas sapaanmu. Padahal aku
ingin sekali memandangmu dari jarak sedekat itu. Tapi selalu saja aku tak bisa
melakukannya. Yang bisa kulakukan hanya mempercepat langkah kakiku. Yang bisa
kulakukan hanya menghindarimu.
Huh,
Aku memang pengecut.
Aku melakukannya
untuk menghindari kamu melihat pipi merahku karena malu. Karena aku akan lebih
malu jika kamu tahu, aku malu ketika aku menatapmu. Jadi aku memilih terus
seperti ini, sampai pada suatu hari nanti, ketika aku menemukan waktu yang
tepat untuk menunjukkan keberanianku menatapmu.
Itu janjiku.
Maafkan aku..
Dariku, yang selalu
menatapmu dengan diam-diam..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar