Minggu, 23 Februari 2014

Surat Cinta

Satu hari dalam hidupku..

Untuk kamu yang selama ini kutatap diam-diam,

Sudah lama sekali aku ingin menulis ini untukmu.
Bukan karena aku ingin kamu membacanya,
Bukan karena aku ingin kamu tahu,
Tapi, aku menulis ini hanya karena untuk melegakan hati saja..
Kamu,
Maukah kamu memenuhi permintaan sederhanaku ini?
Maukah kamu mendengarkanku untuk kali ini saja?
Yang kupinta hanya,
Anggap saja aku dan kamu tidak pernah saling berjabat tangan,
Anggap saja aku dan kamu tak pernah saling mengenal,
Anggap saja pertemuan kita selama ini hanya kebetulan yang tak pernah direncanakan Tuhan,
Anggap saja aku hanya sebagai seseorang yang menyukaimu dengan diam-diam, yang hanya mampu menatapmu dari kejauhan dan menunduk dalam ketika berpapasan.

Maaf jika aku seperti itu, karena pipiku selalu memanas ketika namaku kau sebut. Aku malu. Padahal aku ingin sekali mengangkat wajahku dan membalas sapaanmu. Padahal aku ingin sekali memandangmu dari jarak sedekat itu. Tapi selalu saja aku tak bisa melakukannya. Yang bisa kulakukan hanya mempercepat langkah kakiku. Yang bisa kulakukan hanya menghindarimu.

Huh,
Aku memang pengecut.

Aku melakukannya untuk menghindari kamu melihat pipi merahku karena malu. Karena aku akan lebih malu jika kamu tahu, aku malu ketika aku menatapmu. Jadi aku memilih terus seperti ini, sampai pada suatu hari nanti, ketika aku menemukan waktu yang tepat untuk menunjukkan keberanianku menatapmu.
Itu janjiku.
Maafkan aku..


Dariku, yang selalu menatapmu dengan diam-diam..

surat_cinta_dari_penggemar_rahasia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar