Kenapa harus kamu? Yang selalu saja menjumpai air mataku,
yang jatuh dengan begitu saja karena dia yang selalu melukai sesuatu di dalam
sini.
Kenapa harus kamu? Yang selalu menghapus air mataku, ketika ia yang telah pergi, sedang menikmati kebahagiaan baru bersama, yang dia sebut sebagai “penggantiku”.
Kenapa harus kamu? Yang selalu mengusap pipi basahku karena
air mata sia-sia yang telah aku jatuhkan.
Kenapa harus kamu? Yang selalu menyodorkan pundak ketika
sandaran benar-benar sedang aku butuhkan.
Kenapa harus kamu? Yang selalu saja datang menghibur ketika
kejenuhan sedang menghantuiku.
Kenapa harus kamu? Yang menyadarkanku, bahwa aku bisa mendapatkan yang lebih baik daripada hanya sekedar dia.
Kenapa harus kamu? Yang membuatku merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta kembali.
Kenapa harus kamu?
![]() |
| Add caption |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar