Kamu Tahu?
Semalam tadi, pikirku kembali memutar tentangmu.
Mulutku dipaksa berulang mengucap namamu.
Aku benci jika harus terus seperti ini lagi, karna bagiku
kamu dan aku sudah berakhir dan tidak akan pernah bersambung lagi seperti kala
itu.
Aku juga benci, ketika lidahku ternyata masih saja fasih
mengulang cerita tentang hal-hal yang pernah kita lakukan dulu.
Tapi, aku segera terdiam, ketika ada bagian yang tidak layak
untuk diungkapkan.
Ya, lidahku kelu ketika bagian itu akan meloncat keluar dari
mulutku.
Pedih, jika harus memberi tahu semua cerita-cerita itu pada
kepala-kepala yang ingin tahu, dan tanda tanya keluar dari pasangan-pasangan
mata mereka.
Sudahlah, aku juga tidak ingin berahasia terlalu lama lagi.
Biarkan saja mereka tahu apa yang ingin mereka ketahui.
Lagipula cerita yang ingin mereka dengar, sudah mempunyai akhir,
walau bukan seperti apa yang mereka inginkan.
Lega, walau sebenarnya terpaksa.
30 September 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar