Rabu, 18 Desember 2013

Kepada, Masa Depanku



Kamu, terkadang aku berfikir, siapa kamu? Kamu yang suatu hari nanti duduk di teras rumah sambil menyesap teh dari cangkir cantik kita sambil menikmati indahnya senja. Siapa kamu, yang akan merajutkanku syal hangat suatu hari nanti? Siapa kamu, yang akan ada di sampingku ketika aku tua nanti? Apa kamu pernah memikirkanku juga?


Kamu, apa kamu pernah merancang suatu rencana untuk pertemuan kita? Aku pernah. Mungkin aku menabrakmu, dan semua buku yang kamu bawa akan jatuh berserakan, dan aku akan membantumu, yang sambil memaki-makiku, menata buku-bukumu kembali. Aku akan tersenyum dan mengajakmu berkenalan. Dan kita akan semakin dekat bersama dengan berjalannya waktu. Aku akan membuatkanmu banyak lagu. Aku akan memberimu bunga setiap hari. Atau, aku juga akan memberimu es krim setiap minggu, jika kamu menyukainya. Haha, terlalu drama bukan? Tapi itu yang selalu aku bayangkan sambil terkikik di bawah cahaya bulan bersama dengan gitar usangku.

Maaf, jika suatu hari nanti kita bertemu, aku bukan seperti apa yang kamu bayangkan sebelumnya. Maaf jika aku hanya seperti aku yang seperti ini. Maaf jika aku pernah menyayangi yang lain selain kamu. Maaf jika aku pernah menyimpan rasa untuk yang lain selain kamu. Maaf, jika lagu-lagu yang aku ciptakan kini bukan untukmu. Tapi aku janji, nanti saat kita bertemu, rasaku hanya akan untukmu. Aku janji, nanti saat kita telah bersama, aku akan selalu mencintaimu, sampai ruh kita disambut senja dan gerimis yang menitik di reotnya surga dunia milik kita. Jika kita bersama nanti, lagu-laguku hanya akan tentangmu, tentang kita.

Sampai berjumpa, kamu masa depanku.

Dariku, masa depanmu yang selalu menyimpan kerinduan untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar