Terkadang aku masih suka seperti ini, terdiam tak tahu diri,
larut lagi di dalam kenangan yang seharusnya sudah aku tinggalkan jauh-jauh di
ujung tikungan kemarin. Tapi, dengan alasan “aku juga manusia biasa”, selalu
saja hati ini berbisik “ah, bukankah itu masih seharusnya?” tanpa berpikir
bahwa seharusnya adalah sebuah keharusan.
Kurang tak tahu diri apa aku? Padahal kini di hidupkupun sudah ada dia yang lebih dari segala-galanya jika dibandingkan dengan hanya seorang kau. Tapi entahlah, selalu saja kau, KAU! Satu bayang masa lampau yang selalu datang tanpa permisi. Menyebalkan, kau harus tahu itu! Aku ingin kau enyah, menjauh, tanpa pernah kembali walau hanya sekelebat.
Muak, jika harus kau yang selalu menemaniku disetiap sudut
lamunanku. Hei, bisakah kau berhenti mengikuti jejak langkahku? Apa yang harus
aku lakukan agar kau berhenti mengikutiku, wahai masa lalu? Apa aku harus
mengganti alas berjalanku agar kau tak akan lagi dapat mengenaliku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar