Jumat, 14 Februari 2014

Aku, Kamu, dan Bintang

Dalam diam ini aku tak tahu
Apa yang kau sampaikan kepada bintang
Yang mengisyaratkanku sebuah pesan
Yang tak bisa kuterjemahkan

Jumat, 07 Februari 2014

Aku, Kamu, dan Fisika

Pagi :)

Pesan singkat pertama yang aku terima hari ini. Darimu, tentu saja. Sudah satu bulan, dan tak pernah bosan-bosannya kamu mengetiknya dan mengirimkannya untukku. Membuatku tersenyum ketika membacanya, ya karna kamu juga tersenyum ketika membuat tulisan itu, sepertinya begitu. Menyuntikkan sedikit semangat di setiap hari-hariku.

Kamis, 06 Februari 2014

Laki-laki yang akan selalu aku rindui

Ingatkah engkau padaku, Tuan?
Aku adalah gadis kecil yang dulu selalu kau bawa dalam pelukan..
Rindukah engkau padaku, Tuan?
Rindu pada si mungil yang dulu kau biarkan menaiki punggungmu..

Laki-laki yang aku rindui

Empat tapak langkah kecil,
menantang takdir yang mempertemukan,
disangkapun tak pernah,
kita akan bertemu di tanah Tuhan yang sama untuk kedua kalinya..
sejengkal,
hanya sejengkal Tuhan memisahkan jarak kita,


Laki-laki yang pernah aku rindui

Tidak pernah ada kata-kata yang mampu untuk menggambarkanmu..
kenangan telah tertelan waktu..
tak mampu lagi mengingat,
walau hanya sekelebat..

Rabu, 18 Desember 2013

Kepada, Masa Depanku



Kamu, terkadang aku berfikir, siapa kamu? Kamu yang suatu hari nanti duduk di teras rumah sambil menyesap teh dari cangkir cantik kita sambil menikmati indahnya senja. Siapa kamu, yang akan merajutkanku syal hangat suatu hari nanti? Siapa kamu, yang akan ada di sampingku ketika aku tua nanti? Apa kamu pernah memikirkanku juga?


Selasa, 17 Desember 2013

Kepada, Masa Laluku..



Terkadang aku masih suka seperti ini, terdiam tak tahu diri, larut lagi di dalam kenangan yang seharusnya sudah aku tinggalkan jauh-jauh di ujung tikungan kemarin. Tapi, dengan alasan “aku juga manusia biasa”, selalu saja hati ini berbisik “ah, bukankah itu masih seharusnya?” tanpa berpikir bahwa seharusnya adalah sebuah keharusan.


Rabu, 20 November 2013

Senja Biru

Jejak-jejak kecil itu
Menapaki senja biru
Mengukir sebuah memori
Yang selamanya akan abadi di sudut ingatanku


Selasa, 19 November 2013

Haruskah Aku?

Senang bisa melihat senyum lebar dari bibirmu lagi, setelah sekian lama kamu mengatupkannya, bicara seperlunya dan tenggelam dalam kegamangan.

Ya, gamang antara memilih aku, yang telah sekian lama kamu kenal atau dia yang baru datang ke kehidupan nyatamu dan mengubah hidupmu, ya mungkin lebih baik daripada sebelumnya, aku melihatnya begitu.


Kenapa harus Kamu?

Kenapa harus kamu? Yang selalu hadir, ketika dia yang aku rindukan tak pernah lagi merasakan rinduku.
Kenapa harus kamu? Yang selalu saja menjumpai air mataku, yang jatuh dengan begitu saja karena dia yang selalu melukai sesuatu di dalam sini.